Selasa, 03 Nov 2026
Beranda › Berita
Berita

9 Jenis Rambut Rontok, Kenali Penyebab dan Ciri-cirinya

✍️ Dewi 🕒 06 Oct 2026 👁️ 7x dibaca
pic7
pic7 Foto: jawapos.com

Rambut rontok berlebihan bisa menjadi tanda masalah kesehatan. Mengenali sembilan jenis kerontokan rambut berdasarkan penyebab dan ciri-cirinya adalah langkah awal penanganan yang efektif.

Sekitar 50 hingga 100 helai rambut secara normal rontok setiap hari sebagai bagian dari siklus alami pertumbuhan rambut.

Rambut rontok adalah masalah umum yang dapat dialami siapa saja, baik pria maupun wanita, dari berbagai usia.

Namun, jika kerontokan melebihi jumlah tersebut atau disertai dengan penipisan yang signifikan, ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang mendasarinya.

Memahami jenis-jenis rambut rontok berdasarkan penyebab dan ciri-cirinya penting untuk penanganan yang tepat.

Artikel ini akan membahas sembilan jenis kerontokan rambut agar kamu dapat mengenali dan mengambil langkah yang sesuai.

1. Alopecia Androgenetik

Ini adalah jenis kerontokan rambut paling umum, disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan dan pengaruh hormon androgen, khususnya dihidrotestosteron (DHT).

Folikel rambut menjadi sensitif terhadap DHT, menyebabkan folikel menyusut (miniaturisasi) seiring waktu. Kerontokan ini bersifat permanen dan ditandai dengan penipisan rambut secara bertahap.

Pada pria, kerontokan sering dimulai dari garis rambut di dahi yang mundur dan penipisan di area mahkota kepala.

Sementara pada wanita, kerontokan biasanya terlihat sebagai pelebaran bagian rambut di tengah kepala atau garis rambut depan yang makin menyurut, namun jarang sampai botak total.

2. Telogen Effluvium

Kerontokan rambut ini dipicu oleh stres fisik atau emosional yang berat, seperti setelah operasi, menderita penyakit kronis, atau tekanan psikologis.

Perubahan hormon mendadak, seperti saat kehamilan, setelah melahirkan, menopause, atau gangguan tiroid, juga bisa menjadi pemicu.

Selain itu, kekurangan nutrisi penting serta efek samping dari obat-obatan tertentu dapat menyebabkan kondisi ini.

Ciri-cirinya ditandai dengan kerontokan rambut yang berlebihan dan tiba-tiba, seringkali mencapai lebih dari 100 helai per hari, bahkan bisa hingga 300 helai.

Rambut akan terlihat menipis secara keseluruhan di kulit kepala, namun tidak ada pola kebotakan yang jelas.

Kondisi ini umumnya bersifat sementara dan rambut akan kembali tumbuh setelah pemicunya diatasi.

3. Alopecia Areata

Ini adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang folikel rambut, menganggapnya sebagai benda asing.

Meskipun penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami, faktor genetik, stres, infeksi sebelumnya, dan kondisi autoimun lainnya diduga berperan.

Gejala utamanya adalah munculnya bercak-bercak botak berbentuk bulat atau pitak seukuran koin di kulit kepala, wajah, atau bagian tubuh lainnya.

Bercak ini bisa membesar dan menyatu, dengan rambut yang bisa tumbuh kembali di satu area, sementara di area lain justru rontok.

Kuku penderita juga sering mengalami perubahan, seperti tampak kemerahan, berlekuk, kasar, tipis, atau mudah terbelah. Terkadang, kulit kepala di area yang rontok bisa terasa gatal atau terbakar.

4. Traction Alopecia

Kerontokan ini disebabkan oleh tarikan mekanis yang berkepanjangan dan berulang pada rambut.

Hal ini sering terjadi akibat gaya rambut yang terlalu ketat, seperti kuncir kuda, kepang, sanggul, penggunaan hair extension, dreadlock, atau wig.

Penutup kepala yang terlalu sempit dan menekan rambut secara terus-menerus juga bisa menjadi pemicu.

Penipisan atau kerontokan rambut paling terlihat di sepanjang garis rambut depan atau samping, yaitu area yang paling sering mengalami tarikan.

Gejala awal bisa berupa kemerahan, rasa perih, gatal, atau munculnya benjolan kecil menyerupai jerawat di sepanjang garis rambut.

Jika kebiasaan menarik rambut terus berlanjut, folikel rambut bisa rusak permanen, menyebabkan kebotakan yang tidak dapat tumbuh kembali.

5. Tinea Capitis (Kurap Kulit Kepala)

Ini adalah infeksi jamur dermatofita pada kulit kepala dan batang rambut.

Jamur ini membutuhkan keratin sebagai sumber makanannya dan menular, dapat menyebar melalui kontak langsung atau melalui benda-benda yang terkontaminasi seperti sisir atau handuk.

Ditandai dengan munculnya bercak botak berbentuk lingkaran yang terlihat kering dan bersisik pada kulit kepala.

Kulit kepala terasa gatal dan rambut menjadi rapuh serta mudah dicabut.

Pada kasus yang lebih parah, dapat terbentuk kerion, yaitu bercak besar yang terasa nyeri, meradang, bengkak, dan bahkan bernanah. Kerion dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut dan kebotakan permanen.

6. Anagen Effluvium

Kerontokan rambut ini terjadi akibat pengobatan medis tertentu cepat mengganggu fase pertumbuhan aktif rambut (fase anagen).

Contoh paling umum adalah kemoterapi, yang secara agresif menargetkan sel-sel yang tumbuh cepat, termasuk folikel rambut.

Ciri-cirinya adalah kerontokan rambut terjadi secara cepat dan dalam jumlah yang masif.

Kerontokan ini seringkali menyebabkan kebotakan menyeluruh. Rambut rontok pada fase pertumbuhan, yang membedakannya dari jenis kerontokan lain yang biasanya terjadi pada fase istirahat.

Kondisi ini umumnya bersifat sementara dan rambut akan tumbuh kembali setelah pengobatan dihentikan.

7. Rambut Rontok Akibat Kekurangan Nutrisi

Asupan nutrisi yang tidak seimbang atau kekurangan vitamin dan mineral penting dapat menghambat pertumbuhan rambut dan memicu kerontokan.

Nutrisi yang berperan penting antara lain zat besi, zinc, vitamin B6, B12, vitamin D, dan protein. Ciri-cirinya adalah rambut menjadi rapuh, mudah patah, kering, atau sulit diatur.

Rambut terlihat lebih tipis dan volumenya berkurang secara keseluruhan. Kondisi ini menunjukkan bahwa folikel rambut tidak mendapatkan pasokan nutrisi yang cukup untuk mempertahankan siklus pertumbuhan yang sehat.

Diet seimbang penting untuk kesehatan rambut yang optimal.

8. Rambut Rontok Akibat Efek Samping Obat-obatan (Non-Kemoterapi)

Beberapa jenis obat dapat menyebabkan kerontokan rambut sebagai efek samping. Contohnya termasuk pil kontrasepsi, retinoid, beta-blocker, ACE inhibitor, antidepresan, dan pengencer darah.

Kerontokan rambut umumnya tidak langsung terlihat, melainkan baru muncul setelah beberapa minggu atau bulan (biasanya sekitar 12 minggu) setelah mulai mengonsumsi obat.

Kebanyakan kasus kerontokan ini termasuk dalam jenis telogen effluvium.

Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan rambut akan membaik atau tumbuh kembali setelah konsumsi obat dihentikan atau tubuh menyesuaikan diri.

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika kamu mencurigai obat menjadi penyebab kerontokan.

9. Rambut Rontok Normal

Ini adalah bagian alami dari siklus hidup rambut, di mana rambut yang telah mencapai akhir fase istirahat (telogen) akan rontok untuk digantikan oleh rambut baru.

Proses ini merupakan bagian dari regenerasi alami tubuh. Ciri-cirinya adalah kerontokan rambut dalam jumlah wajar, yaitu sekitar 50 hingga 100 helai per hari.

Kerontokan ini tidak menyebabkan rambut tampak menipis secara signifikan karena folikel rambut yang sehat akan segera menumbuhkan rambut baru.

Ini adalah tanda bahwa siklus pertumbuhan rambut kamu berjalan dengan normal.

Mengenali jenis kerontokan rambut berdasarkan penyebab dan ciri-cirinya adalah langkah awal yang krusial untuk penanganan yang efektif.

Jika kamu mengalami kerontokan rambut yang berlebihan atau mengkhawatirkan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit.

Diagnosis yang tepat akan membantu menentukan penyebab dan rencana perawatan terbaik untuk mengembalikan kesehatan rambut kamu.

Perawatan yang tepat waktu dapat mencegah kerontokan menjadi lebih parah dan membantu rambut tumbuh kembali dengan sehat.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: mandayahospitalgroup.com, dove.com, glojasspecialist.com, alodokter.com, hellosehat.com, emc.id, ioraclinic.com, youtube.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update