10 Perawatan Rambut Pemicu Kerontokan yang Perlu Kamu Waspadai
Rambut rontok berlebihan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kebiasaan perawatan rambut yang kurang tepat. Artikel ini mengulas 10 perawatan rambut populer yang justru memicu kerontokan, lengkap dengan penyebab dan solusi penanganannya.
Sekitar 50 hingga 100 helai rambut rontok setiap hari merupakan hal normal bagi manusia, namun kerontokan berlebihan dapat menjadi masalah serius.
Kondisi ini bisa menyebabkan penipisan rambut hingga kebotakan, yang pada akhirnya memengaruhi rasa percaya diri seseorang.
Banyak faktor yang dapat memicu kerontokan rambut, termasuk gaya hidup, kondisi medis tertentu, dan yang paling sering tidak disadari adalah perawatan rambut yang salah.
Memahami jenis perawatan rambut yang berpotensi merusak penting untuk mencegah kerontokan. Berikut adalah 10 perawatan rambut yang sering dilakukan namun dapat menjadi pemicu utama rambut rontok.
1. Pewarnaan Rambut
Pewarnaan rambut melibatkan penggunaan bahan kimia keras seperti amonia dan hidrogen peroksida. Bahan-bahan ini bekerja dengan membuka kutikula rambut secara paksa, sehingga merusak protein alami rambut.
Akibatnya, rambut menjadi kering, rapuh, mudah patah, dan terlihat kusam, terutama jika proses bleaching dilakukan sebelumnya.
2. Pelurusan Rambut
Perawatan seperti smoothing, rebonding, atau keratin treatment menggunakan krim kimia kuat untuk mengubah struktur ikatan keratin rambut.
Proses ini seringkali diikuti dengan penggunaan alat catok bersuhu tinggi yang dapat menghilangkan kelembapan alami rambut.
Rambut pun menjadi rapuh, kering, kusam, dan rentan rontok, bahkan beberapa perawatan keratin dapat melepaskan formaldehida yang mengiritasi kulit kepala.
3. Pengeritingan Rambut
Mirip dengan pelurusan, pengeritingan rambut juga melibatkan proses kimia dan termal untuk mengubah tekstur rambut menjadi keriting.
Bahan kimia seperti tioglikolat digunakan untuk memecah dan menata ulang ikatan rambut. Kerusakan pada struktur asli rambut ini dapat menyebabkan rambut menjadi kering, rapuh, dan mudah rontok.
4. Penggunaan Alat Styling Panas Berlebihan
Penggunaan hair dryer, catokan, atau pengeriting rambut dengan suhu tinggi secara berlebihan dapat mengurangi kelembapan alami rambut.
Paparan panas yang intens membuat rambut menjadi kering, rapuh, bercabang, dan mudah patah. Melewatkan penggunaan heat protector sebelum styling panas akan memperparah kerusakan pada batang rambut.
5. Gaya Rambut yang Ketat
Gaya rambut yang menarik rambut terlalu kencang secara terus-menerus, seperti kuncir kuda, cepol, atau kepang ketat, memberikan tekanan berlebihan pada folikel rambut.
Kondisi ini dikenal sebagai traction alopecia, di mana tarikan konstan melemahkan rambut dan menyebabkannya rontok. Jika folikel rusak permanen, rambut mungkin tidak dapat tumbuh kembali.
6. Ekstensi Rambut
Pemasangan ekstensi rambut melibatkan penambahan beban pada rambut asli menggunakan klip, pengikat, atau lem.
Beban tambahan dan tarikan konstan ini dapat menekan akar rambut dan folikel, memicu traction alopecia.
Rambut asli bisa patah di titik sambungan, menipis, dan bahkan mengalami iritasi kulit kepala, terutama jika rambut asli sudah tipis.
7. Penggunaan Produk Rambut Berbahan Kimia Keras
Beberapa produk styling seperti gel rambut yang mengandung alkohol dapat menghilangkan minyak alami kulit kepala dan rambut, membuatnya kering dan rapuh.
Penumpukan produk juga bisa menyumbat folikel rambut dan menyebabkan peradangan. Sampo dengan deterjen sulfat juga berisiko membuat kulit kepala kering dan rambut mudah patah.
8. Menggosok Rambut Basah dengan Handuk Terlalu Keras
Rambut dalam keadaan basah rentan dan rapuh. Menggosok rambut basah dengan handuk secara kasar dapat merusak batang rambut, menyebabkan rambut rapuh, pecah-pecah, dan kering.
Sebaiknya, keringkan rambut dengan menekan-nekan handuk secara lembut untuk menghindari kerusakan.
9. Menyisir Rambut Saat Basah atau dengan Sisir Rapat
Menyisir rambut saat basah tidak disarankan karena rambut lebih elastis dan mudah patah saat basah.
Penggunaan sisir bergigi rapat, terutama pada rambut kusut, dapat menarik rambut terlalu kuat dari akarnya. Disarankan menggunakan sisir bergigi jarang atau berbahan kayu untuk meminimalisir kerontokan.
10. Terlalu Sering Keramas
Keramas terlalu sering dapat menghilangkan minyak alami dari kulit kepala dan rambut. Hilangnya minyak alami ini menyebabkan rambut menjadi kering dan lebih mudah patah.
Frekuensi keramas yang ideal biasanya 2-3 kali seminggu untuk menjaga kelembapan alami rambut.
Selain perawatan rambut yang salah, beberapa faktor internal juga menjadi penyebab umum kerontokan.
Faktor genetik, seperti alopecia androgenetik, merupakan penyebab paling umum yang dipengaruhi oleh gen dan hormon androgen, membuat folikel rambut menyusut.
Perubahan hormonal akibat kehamilan, persalinan, menopause, atau masalah tiroid juga dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut.
Stres fisik dan emosional kronis dapat memicu kondisi telogen effluvium, di mana rambut memasuki fase istirahat lebih awal dan rontok lebih banyak.
Kekurangan nutrisi seperti zat besi, protein, vitamin B, vitamin D, dan zinc dapat menghambat produksi sel darah merah serta nutrisi ke folikel rambut, menyebabkan rambut rapuh dan rontok.
Kondisi medis tertentu seperti alopecia areata, infeksi kulit kepala, dan efek samping obat-obatan juga bisa menjadi pemicu. Penurunan berat badan drastis dan usia juga berkontribusi pada kerontokan rambut.
Mengurangi Pemicu Kerontokan
Untuk mengatasi rambut rontok, langkah pertama adalah mengurangi atau menghentikan perawatan pemicu.
Batasi penggunaan alat styling panas, hindari gaya rambut yang terlalu ketat, serta kurangi frekuensi pewarnaan dan pengeritingan.
Jika kamu menggunakan ekstensi rambut, pastikan pemasangan dan perawatannya benar, serta berikan jeda agar rambut asli bisa bernapas.
Perawatan Rambut yang Tepat
Pilih sampo dan kondisioner khusus rambut rontok yang bebas SLS (Sodium Lauryl Sulfate).
Rutin gunakan vitamin rambut, hair mask, hair oil/serum, dan tonik rambut untuk menutrisi serta memperkuat akar.
Selalu gunakan heat protector sebelum memakai alat styling panas dan sisir rambut dengan lembut menggunakan sisir bergigi jarang.
Biarkan rambut kering secara alami atau tepuk-tepuk lembut dengan handuk, serta keramas 2-3 kali seminggu.
Gaya Hidup Sehat
Kelola stres dengan melakukan aktivitas yang dapat mengurangi ketegangan, karena stres dapat memicu kerontokan rambut.
Penuhi nutrisi dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya protein, zat besi, vitamin B, dan zinc.
Pertimbangkan konsumsi suplemen seperti minyak ikan atau multivitamin jika diperlukan, serta manfaatkan bahan alami seperti lidah buaya atau minyak zaitun untuk perawatan rambut.
Konsultasi Medis
Jika kerontokan rambut parah, tidak kunjung membaik, atau disertai gejala lain, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit.
Dokter dapat memberikan diagnosis yang tepat dan merekomendasikan penanganan lebih lanjut, termasuk obat-obatan seperti minoxidil atau finasteride.
Memahami penyebab kerontokan rambut, baik dari perawatan maupun faktor internal, adalah kunci untuk penanganan yang efektif.
Dengan kombinasi perawatan rambut yang bijak, gaya hidup sehat, dan penanganan medis jika diperlukan, rambut rontok dapat diatasi dan kesehatan rambut dapat kembali optimal.
Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: halodoc.com, siloamhospitals.com, alodokter.com, dove.com, aisyahdian.com, jogjaprov.go.id, kompas.com, heircarestudio.com.
