8 Kebiasaan Perawatan Rambut yang Memicu Rambut Bercabang
Rambut bercabang merupakan tanda kerusakan kutikula rambut yang membuat rambut tampak kusam dan rapuh. Kondisi ini sering dipicu oleh delapan kebiasaan perawatan rambut yang keliru, mulai dari penggunaan alat panas hingga penggunaan produk kimia.
8 kebiasaan perawatan rambut ini seringkali menjadi penyebab utama munculnya rambut bercabang, kondisi yang secara medis dikenal sebagai trichoptilosis atau schizotrichia. Kondisi umum ini terjadi ketika ujung rambut membelah menjadi dua atau lebih bagian, menjadi tanda rambut yang tidak sehat, tampak kusam, kering, rapuh, serta mudah patah. Rambut bercabang dimulai saat kutikula atau lapisan pelindung rambut mengalami kerusakan, yang bisa diakibatkan oleh berbagai faktor, termasuk kebiasaan perawatan rambut yang kurang tepat, paparan lingkungan, dan penggunaan produk yang salah. Memahami penyebab serta cara merawat rambut bercabang penting agar rambut kamu tidak semakin rusak dan tetap sehat.
1. Penggunaan Alat Penata Rambut Panas Berlebihan
Sering menggunakan alat penata rambut seperti hair dryer, catokan, atau curling iron dengan suhu tinggi dapat merusak rambut. Suhu panas ekstrem menghilangkan kandungan air alami dan kelembapan dari helai rambut. Hal ini merusak lapisan pelindung rambut atau kutikula, membuat batang rambut menjadi rapuh dan rentan bercabang. Kerusakan akan semakin parah jika alat digunakan berulang kali di bagian rambut yang sama atau tanpa pelindung panas.
2. Perawatan Kimia Rambut yang Berlebihan
Melakukan perawatan kimia rambut seperti pewarnaan, bleaching, pelurusan, atau pengeritingan secara berlebihan tanpa jeda dapat merusak rambut. Bahan kimia keras dalam produk-produk ini mengubah struktur rambut dan mengangkat lapisan pelindung rambut. Proses ini menghilangkan melanin serta nutrisi alami dari batang rambut, melemahkan batang rambut, menjadikannya kering, mudah patah, dan rentan bercabang. Kerusakan ini terutama terjadi jika perawatan dilakukan berulang tanpa jeda dan tanpa perawatan pendukung.
3. Menyisir Rambut Secara Kasar
Kebiasaan menyisir rambut terlalu kuat, menarik-narik rambut, atau menyisir rambut saat masih dalam kondisi basah dapat menyebabkan kerusakan.
Rambut berada dalam kondisi paling rapuh saat basah, sehingga menyisirnya dengan kasar dapat merusak batang rambut, membuatnya kusut, dan ujungnya terbelah.
Gesekan berlebihan saat menyisir juga dapat memperparah kerusakan rambut.
4. Keramas Terlalu Sering
Mencuci rambut setiap hari merupakan kebiasaan yang dapat menyebabkan rambut bercabang. Keramas terlalu sering dapat menghilangkan minyak alami yang berfungsi untuk melembapkan dan melindungi rambut.
Akibatnya, rambut menjadi kering, kehilangan kelembapan alaminya, dan lebih rentan terhadap kerusakan serta bercabang.
5. Tidak Menggunakan Kondisioner
Melewatkan penggunaan kondisioner setelah mencuci rambut adalah penyebab umum rambut bercabang. Kondisioner berfungsi mengembalikan kelembapan rambut yang hilang selama proses keramas.
Produk ini membuat rambut lebih lembut, halus, dan mudah diatur, sehingga tanpa kondisioner, rambut cenderung kering, kaku, dan lebih mudah bercabang.
6. Mengeringkan Rambut dengan Menggosok Handuk Terlalu Kencang
Menggosok-gosok rambut secara agresif menggunakan handuk setelah keramas dapat merusak rambut.
Rambut rentan saat basah, dan tekanan tinggi serta gosokan kuat dari handuk dapat menyebabkan gesekan berlebihan pada kutikula rambut.
Hal ini membuat rambut kusut, rusak, dan rentan patah atau bercabang.
7. Mengikat Rambut Terlalu Kencang
Sering mengikat rambut dalam model ponytail, bun, atau kepang yang terlalu kencang, atau selalu mengikat di posisi yang sama setiap hari, dapat merusak helai rambut. Tekanan kuat dari ikatan rambut dapat merusak helai rambut di area tersebut. Kebiasaan ini menghambat pergerakan bebas rambut dan dapat menyebabkan kerusakan, terutama jika rambut diikat saat masih basah.
8. Penggunaan Produk Rambut Berbahan Keras
Memakai sampo, kondisioner, atau produk styling yang mengandung sulfat dan alkohol dapat memicu rambut bercabang. Bahan-bahan ini cenderung membuat rambut kehilangan kelembapan alaminya. Rambut yang kering karena bahan keras tersebut menjadi lebih rentan terhadap kerusakan dan memicu rambut bercabang.
Selain kebiasaan perawatan rambut yang tidak tepat, rambut bercabang juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor lain.
Paparan sinar matahari dan polusi dapat merusak struktur protein rambut, membuatnya kering, kusam, dan mudah bercabang, sementara polusi juga menyumbat pori-pori kulit kepala.
Kekurangan nutrisi, terutama zinc, penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan rambut serta menjaga kelembapan rambut, sehingga asupan yang tidak cukup akan berdampak negatif.
Pengaruh cuaca, seperti perubahan iklim, tingkat kelembapan lingkungan, dan cuaca berangin, juga dapat membuat rambut kering dan mudah patah.
Meskipun rambut bercabang tidak dapat diperbaiki sepenuhnya, ada beberapa cara untuk mengatasinya dan mencegahnya datang kembali. Menggunting ujung rambut secara rutin adalah satu-satunya cara efektif untuk menghilangkan rambut bercabang, disarankan setiap 6-8 minggu sekali. Kamu juga perlu selalu mengaplikasikan kondisioner setelah keramas dan menggunakan masker rambut seminggu sekali untuk menjaga kelembapan serta kelembutan rambut. Batasi frekuensi penggunaan alat panas dan selalu gunakan produk pelindung panas sebelum styling untuk mengurangi kerusakan. Sisir rambut dengan lembut menggunakan sisir bergigi jarang dan hindari menyisir rambut saat masih basah. Jangan keramas setiap hari; cuci rambut setiap dua atau tiga hari sekali untuk menjaga minyak alami rambut. Lindungi rambut dari sinar UV dengan menggunakan topi, payung, atau produk pelembap rambut dengan SPF saat beraktivitas di luar ruangan. Penuhi kebutuhan nutrisi rambut dengan mengonsumsi makanan kaya zinc dan nutrisi penting lainnya. Hindari perawatan kimia berlebihan dengan memberi jeda yang cukup antara satu perawatan kimia dengan yang lain. Keringkan rambut dengan lembut menggunakan handuk microfiber dan tepuk-tepuk rambut secara perlahan, hindari menggosok. Kamu juga bisa mengaplikasikan minyak alami seperti minyak kelapa, minyak almond, argan, atau zaitun sebagai masker untuk menutrisi dan melembapkan rambut, atau mengoleskan gel lidah buaya pada rambut sebelum keramas sebagai perawatan alami.
Rambut bercabang adalah indikator kerusakan rambut yang memerlukan perhatian khusus.
Dengan memahami kebiasaan perawatan yang salah dan menerapkan solusi yang tepat, kamu dapat menjaga kesehatan rambut, mencegah kerusakan lebih lanjut, dan mengembalikan kilau alami rambut kamu.
Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: hellosehat.com, alodokter.com, orami.co.id, tempo.co, detik.com, halodoc.com, okadoc.com, rudyhadisuwarno.id.
